Pupuk Bersubsidi Langka, Harga Pupuk Non Subsidi "Menggila"

Editor : Palasroha Tampubolon

RIAUMERDEKA - Sejumlah petani Kelapa Sawit di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) merasa lega. Hal ini terkait harga Komoditi Kelapa Sawit saat ini semakin meroket. Namun senyum tersebut sontak berubah kecut sehubungan harga Pupuk semakin menggila. Sementara ketersediaan pupuk bersubsidi dari pemerintah kini menjadi  langka.

Pemilik Toko Pupuk Sinar Tani, Jalan Sudirman Ujungbatu, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Siir menyebutkan, Bahwa harga pupuk Non Subsidi saat ini naik drastis dua kali lipat, yakni 100%.

"Semua jenis pupuk mengalami kenaikan harga seratus persen atau dua kali lipat, terkecuali pupuk Delomid yang harga nya masih bertahan Rp.40.000/sak, "Ucap Si Ir kepada Riau Merdeka Com (RMC), Senin, (11/10/2021).

Sebagaimana diketahui, Pupuk Non Subsidi jenis NPK Mahkota perkarung/50 kg sebelumnya Rp. 385.000 Naik menjadi Rp. 485.000. Pupuk Non Subsidi Jenis Urea Rp. 225.000 Naik menjadi 350.000. Sedangkan Pupuk Non Subsidi jenis KCL sekitar Rp. 300.000 Naik menjadi Rp 500.000 lebih/sak/50 Kg.

Sementara salah seorang Petani Kelapa Sawit Warga Rokan Timur, Ginting mengaku dirinya kesulitan mendapatkan Pupuk Bersubsidi.

"Saya terpaksa membeli pupuk Non Subsidi untuk pemupukan Kebun Kelapa Sawit. Meskipun saya bertanya kepada pengurus Kelompok Tani di Desa kami, namun pupuk Subsidi tersebut hilang dari peredaran bagaikan ditelan bumi, "Ujar Ginting. (RED/PAL)