Oknum Guru SMK Negeri 1 Tandun dituding Intoleransi
RIAUMERDEKA-Sungguh disayangkan, Ulah salah seorang oknum Guru SMK Negeri 1 Tandun dinilai rasis dan Intoleransi. Oknum guru tersebut tidak mencerminkan sebagai seorang pendidik yang memahami serta menerapkan pedagogik.
Mestinya,. seorang guru harus mampu memberikan pendidikan secara akademik dan budi pekerti terhadap murid. Oknum guru tersebut tega mengusir bahkan berkata tidak senonoh kepada murid nya sendiri yang sedang menjalankan ibadah yang dilaksanakan pada setiap hari Jumat.
Hal itu disampaikan Siswa Kelas 11 TBSM 1 SMK Negeri 1 Tandun, Dermawan Zai melalui nomor telepon selulernya kepada Wartawan. Ia mengaku, Bahwa Oknum Guru berinisal M tiba tiba-tiba datang dan menendang pintu, memaki dan berkata tidak senonoh,"paparnya, Sabtu (15/10/2022).
"Bagi yang beragama muslim pada hari itu melaksanakan kegiatan Maulid Nabi sedangkan yang Non Muslim setiap pada hari Jumat melaksanakan ibadah,"terang Dermawan.
Lebih lanjut Dermawan Zai yang juga ketua kelas itu mengatakan, pada saat usai berdoa dan hendak berkotbah, tiba-tiba oknum guru inisial M datang menendang pintu dan marah-marah tdak diketahui penyebabnya.
"Sontak oknum guru berinisial M tersebut menendang pintu tempat kami beribadah dan berkata, ini bukan tempat ibadah kalian, ini bukan gereja kalian, Kalian nyanyi tidak jelas, " katanya kepada kami,"ungkap Dermawan. Lebih parahnya lagi katanya, Oknum guru tersebut memaki bahkan mengusir para siswa keluar dari ruangan kelas tersebut.
"Binatang kalian, cari tempat kalian, ini bukan tempat ibadah kalian, dan kami pun keluar ruangan sambil dipukul pake sapu,"terang Dermawan sambil menirukan gaya bahasa oknum guru tak terpuji ini.
Gak hanya itu, Oknum guru jurusan perbengkelan (Otomotif) itu bahkan mengajak berduel dengan muridnya. Setelah terjadi keributan, beberapa guru lainpun datang dan melerai keributan yang terjadi itu, dan segera membawa Oknum Guru M untuk menenangkannya,
Kemudian para guru mengajak para murid untuk mediasi serta mendengarkan apa yang sebenarnya terjadi. Tidak puas dengan hasil itu para murid pun melakukan aksi Demo didepan kantor kepala Sekolah SMK Negeri 1 Tandun yang terletak Desa Kukun, Kecamatan Tandun Kabupaten Rokan Hulu.
Dalam demo tersebut sejumlah murid meminta oknum guru tersebut di berikan sanksi dikeluarkan dari sekolah tersebut. Sementara Wartawan berupaya untuk melakukan konfirmasi kepada Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Tandun, Abel Tasman terkait apa yang terjadi, namun yang bersangkutan tidak mengangkat telepon selulernya.
Tidak sampai disitu, Wartawan langsung mendatangi Sekolah SMK Negeri 1 Tandun, untuk meminta keterangan, namun sayangnya sekolah pada hari sabtu itu masih libur.
(Penulis : Esra)




Tulis Komentar