RIAU MERDEKA / Pemkab Pelalawan / Mengupas Potensi Pertanian di Kabupaten Pelalawan

Mengupas Potensi Pertanian di Kabupaten Pelalawan

Pemkab Pelalawan - Redaksi |
Rabu, 07/12/2016 - 12:48:53 WIB

RIAU MERDEKA - Bupati Kabupaten Pelalawan, HM Harris mengatakan, Sesuai visi Kabupaten Pelalawan yakni pembaharuan menuju kemandirian pemerintah dan masyarakat Kabupaten Pelalawan, Sesuai 7 program andalan Pelalawan.

Tentunya hal itu dalam rangka pelaksanaan intensifikasi pertanian perlu pengembangan dengan pola mandiri dan kemajuan pertanian pemerintah perlu mendorong sarana produksi sendiri, baik madiri benih, mandiri pupuk organik maupun mandiri dana pengelolaan alat dan mesin pertanian melalui UPJA sebagai usaha pedesaan.

Kabupaten Pelalawan terletak di pesisir timur Pulau Sumatera, dengan wilayah daratan membentang di sepanjang bagian hilir Sungai Kampar, serta berdekatan dengan Selat Malaka. Berdasarkan posisi geografisnya, Kabupaten Pelalawan terletak diantara 1o25` LU - 0o20` LS dan 100o42` - 103o28` BT dengan ibukota di Pangkalan Kerinci.

Wilayah Kabupaten Pelalawan memiliki luas 13.392,49 km2. Di sebelah utara, kabupaten ini berbatasan dengan Kab. Siak (Kec. Sungai Apit dan Siak) dan Kab. Bengkalis (Kec. Tebing Tinggi). Di sebelah selatan, batasnya adalah Kab. Indragiri Hilir (Kec. Kateman, Mandah dan Gaung), Kab. Indragiri Hulu (Kec. Rengat, Pasir Penyu, dan Peranap), dan Kab. Kuantan Singingi (Kec. Kuantan Hilir dan Singingi). Di sebelah barat, batasnya adalah Kota Pekanbaru (Kec. Rumbai) dan Kab. Kampar (Kec. Kampar Kiri dan Siak Hulu). Di sebelah timur, ia berbatasan dengan Kab. Tanjung Balai Karimun Provinsi Kepulauan Riau.

Kabupaten Pelalawan terdiri dari 12 kecamatan, 12 kelurahan, dan 106 desa. Kecamatan Teluk Meranti merupakan wilayah yang paling luas, dengan cakupan wilayah 423.984,41ha sedangkan Kecamatan Pangkalan Kerinci merupakan wilayah dengan luas paling kecil, yaitu 19.355,53 ha.




Karakteristik dan Potensi Lahan Sawah di Pulau Mendol Kecamatan Kuala Kampar

1. Pulau Mendol Kecamatan Kuala Kampar dengan luas lk 30.000 ha memiliki hamparan (dari pantai ke pedalaman) dataran pasang surut lumpur di daerah sekitar pantai, dataran fluvio-marin (daerah transisi), dan dataran gambut (kubah/dome) di bagian tengah pulau.

2. Lahan sawah (eksisting) hasil seluas lk 5000 ha, umumnya berada pada dataran fluvio-marin dan sebagian kecil pada dataran pasang surut lumpur. Hamparan sawah umumnya tanpa galengan. Tipe luapan pasang pada lahan sawah ini termasuk tipe C (lahan tidak pernah terluapi air pasang dan air tanah <50 cm) dan tipe luapan D (lahan tidak pernah terluapi air pasang dan air tanah >50 cm), Tipe luapan A = Lahan selalu terluapi air pasang, Tipe luapan  B = lahan hanya terluapi oleh pasang besar.

3. Sifat-sifat tanah lahan sawah (tanah mineral) adalah : dalam (>100 cm), lapisan olah 30-40 cm, tekstur halus (liat sampai liat berdebu), pH 6,0 (agak masam), sebagian tanah mengandung pirit pada kedalaman = 60 cm (pirit bila teroksidasi akan menurunkan pH tanah sampai <2,5 atau ekstrim masam). Tanah sawah yang mengandung pirit ini dikategorikan sebagai tanah sulfat masam actual (pH ekstrim masam) bila pirit teroksidasi (terkena udara). Status kesuburan tanah cukup baik, namun beberapa menunjukkan kekurangan N dan Mg.

4. Tanah gambut pada dataran gambut memiliki kedalam sedang sampai dalam (2-4 m), tingkat kematangan gambut sedang (hemik) sampai matang (saprik), pH 4,5 (sangat masam), penggunaan lahan umumnya kebun campuran (kelapa, pinang, buah-buahan), di bagian tengah dataran gambut masih berupa hutan gambut yang menjadi penyimpan air dan mengalirkannya ke beberapa parit/sungai (S. Senang, S. Gantung, S.Selamet dan S. Cina).

5. Sumber air dari hutan gambut berpotensi meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) padi sawah yang saat ini 1 x stahun (IP100) dengan produksi 3,5 - 4,0 ton/ha GKG menjadi 2 x setahun (IP200).

6.Kesesuaian lahan untuk sawah pada tanah mineral tergolong cukup sesuai dengan factor pembatas bahaya pirit, sedangkan tanah gambut kurang sesuai.

7. Sebagian lahan dimiliki oleh pemilik dari luar Pulau Mendol yang datang hanya pada saat tanam dan panen padi. Karena kurangnya tenaga kerja, rata-rata 1 petani menggarap lahan sangat luas 3 sampai 5 ha, sehingga upah buruh panen padi bisa sekitar 30% dari hasil panen.



Pembangunan pertanian di Kabupaten Pelalawan yang dituangkan dalam Visi dan Misi Kabupaten Pelalawan 2030, yaitu Terwujudnya Kabupaten Pelalawan yang maju dan sejahtera melalui Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan yang didukung oleh pertanian yang unggul dan industri yang tangguh dalam masyarakat yang beradat, beriman, bertaqwa dan berbudaya melayu tahun 2030, dengan salah satu misinya adalah meningkatkan hasil dan mutu pertanian melalui pemanfaatan teknologi berbasis agro industri dan agribisnis.

Dengan adanya pergantian Pimpinan Nasional dan perubahan kebijakan nasional tentang percepatan pembangunan pertanian khususnya tanaman pangan, sebagaimana Surat Bapak Menteri Pertanian Nomor : 301/KU.100 /M/12/2014 tanggal 4 Desember 2014, perihal Dukungan Pelaksanaan Program Upaya Khusus Swasembada Padi, Jagung dan Kedelai. Bahwa Kepala Daerah Kabupaten / Kota di seluruh Indonesia diminta untuk memberikan dukungan dan mensukseskan capaian target Swasembada Pangan, yaitu sebagai tindaklanjut arahan Bapak Presiden RI pada Sidang Kabinet Paripurna tanggal 3 November 2014, bahwa pencapaian swasembada padi, jagung dan kedelai dapat dicapai dalam waktu segera.






Pencapaian swasembada Padi, Jagung dan Kedelai Dilaksanakan Upaya Khusus Sebagai berikut :

1. Optimalisasi lahan melalui bantuan sarana produksi benih, pupuk dan alat mesin pertanian, pada akhir tahun 2014 yang didukung dana kontingensi stabilisasi pangan.

2. Perbaikan jaringan irigasi serta bantuan sarana produksi melalui Refocusing APBN TA. 2015. Perbaikan jaringah irigasi dan kegiatan pendukung melalui APBN-Perubahan TA. 2015.

Surat Bapak Sekretaris Daerah Provinsi Riau an. Gubernur Riau yang menegaskan bahwa Kabupaten/ Kota di Provinsi Riau diminta untuk dapat melakukan kesiapan dalam mendukung program upaya khusus swasembada padi, jagung dan kedelai agar terjadi peningkatan produksi minimal 10 % dari capaian produksi tahun sebelumnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pemerintah Kabupaten Pelalawan, sebagaimana Prioritas Utama RPJMD Kabupaten Pelalawan 2011-2016 adalah Pembangunan Pertanian, Perkebunan dan Ketahanan Pangan, maka sebagai langkah kebijakan strategis Percepatan Pembangunan Pertanian Tanaman Pangan dalam Dukungan Pelaksanaan Program Upaya Khusus Swasembada Padi, Jagung dan Kedelai Secara Nasional, khususnya di Kabupaten Pelalawan.

Perlu diambil sebuah terobosan atau inovasi-inovasi dalam Perencanaan, Pengorganisasian, Pelaksanaan maupun  Pengawasannya yang terangkum dalam Rencana Aksi  Dukungan Pelaksanaan Program Upaya Khusus Swasembada Padi, Jagung dan Kedelai (PAJALE) di Kabupaten Pelalawan.




Kondisi Saat Ini Pengembangan Tanaman Padi, Jagung dan Kedelai di Kabupaten Pelalawan

Tanaman padi yang diusahakan petani di kabupaten Pelalawan terdiri atas jenis padi sawah dan padi ladang. Pada padi sistem sawah, tanaman padi sepanjang hidupnya selalu dalam keadaan tergenang air. Sebaliknya, pada sistem gogo (padi ladang), tanaman padi ditumbuhkan tidak dalam kondisi tergenang.

Kombinasi kedua sistem ini dikenal sebagai gogo rancah, yaitu padi ditanam saat awal musim hujan pada petakan sawah, kemudian secara perlahan digenangi dengan air hujan seiring dengan semakin bertambahnya curah hujan. Untuk di Kabupaten Pelalawan lebih dikenal padi sawah dan padi ladang.

Jenis/varietas tanaman padi yang ditanam oleh petani di Kabupaten Pelalawan merupakan padi lokal maupun unggul. Varietas lokal yang ditanam antara lain adalah Ceko, Karya, Ramos, Jambai, Anak Ulat. Sementara itu, varietas unggul yang ditanam antara lain adalah Batang Piaman, Inpari, Inpari III, Inpari IV, Ciherang. Masyarakat biasanya memilih benih sesuai dengan apa yang cocok dengan keinginan hatinya, diantara benih-benih padi yang tersedia.

"Sehingga hasil panennya lebih meningkat dan bapak dan ibu petani menjadi sejahtera dan swasembada pangan nasional dapat terwujud dengan segera," ujar Harris.

Dijelaskannya mengenai ondisi lahan saat ini yang cenderung kurang subur, dan metode ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas lahan dengan pupuk organik, dan efisiensi penggunaan benih dan hasil panen yang didapat akan meningkat.

Bupati Pelalawan terkenal dengan 7 Program kerja menuai hasil menyentuh Masyarakat Pelalawan, dari Tujuh Program yang sudah terealisasi masih 90 Persen yang sudah menyentuh masyarakat, dimana Harris akan tetap memperbaiki hasil panen ini di Pelalawan.

Harris Juga Mengatakan, saat ini tujuh program strategis sudah dirasakan masyarakat dan menjadikan Pelalawan sejajar dengan kabupaten terkemuka di Indonesia. Apa yang telah dikerjakan Harris adalah semata-mata ingin membawa dan menjadikan Pelalawan menjadi salah satu kabupaten terbaik di Nusantara ini.

"Niat hati saya akan senantiasa memperkuat upaya-upaya pembangunan terutama pertanian yang disesuaikan dengan kondisi dan tantangan saat ini dan tantangan globalisasi," jelasnya.(Advetorial)

(1069) Dibaca - () Komentar

[ Kirim Komentar ]
Nama
Email
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)

 
Redaksi | Info Iklan
Copyright 2012 cv. PARADIGMA MEDIA MERDEKA (PMM), All Rights Reserved